ads

Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5

Pohon


Dalam sebuah perjalanan seorang ayah dengan puteranya, sebatang pohon kayu nan tinggi ternyata menjadi hal yang menarik untuk mereka simak. Keduanya pun berhenti di bawah rindangnya pohon tersebut.

“Anakku,” ucap sang ayah tiba-tiba. Anak usia belasan tahun ini pun menatap lekat ayahnya. Dengan sapaan seperti itu, sang anak paham kalau ayahnya akan mengucapkan sesuatu yang serius.

“Adakah pelajaran yang bisa kau sampaikan dari sebuah pohon?” lanjut sang ayah sambil tangan kanannya meraih batang pohon di dekatnya.

“Menurutku, pohon bisa jadi tempat berteduh yang nyaman, penyimpan air yang bersih dari kotoran, dan penyeimbang kesejukan udara,” jawab sang anak sambil matanya menanti sebuah kepastian.

“Bagus,” jawab spontan sang ayah. “Tapi, ada hal lain yang menarik untuk kita simak dari sebuah pohon,” tambah sang ayah sambil tiba-tiba wajahnya mendongak ke ujung dahan yang paling atas.

“Perhatikan ujung pepohonan yang kamu lihat. Semuanya tegak lurus ke arah yang sama. Walaupun ia berada di tanah yang miring, pohon akan memaksa dirinya untuk tetap lurus menatap cahaya,” jelas sang ayah.

“Anakku,” ucap sang ayah sambil tiba-tiba tangan kanannya meraih punggung puteranya. “Jadikan dirimu seperti pohon, walau keadaan apa pun, tetap lurus mengikuti cahaya kebenaran,” ungkap sang ayah begitu berkesan.

Keadaan tanah kehidupan yang kita pijak saat ini, kadang tidak berada pada hamparan luas nan datar. Selalu saja ada keadaan tidak seperti yang kita inginkan. Ada tebing nan curam, ada tanjakan yang melelahkan, ada turunan landai yang melenakan, dan ada lubang-lubang yang muncul di luar dugaan.

Pepohonan, seperti yang diucapkan sang ayah kepada puteranya, selalu memposisikan diri pada kekokohan untuk selalu tegak lurus mengikuti sumber cahaya kebenaran. Walaupun berada di tebing ancaman, tanjakan hambatan, turunan godaan, dan lubang jebakan.

“Jadikan dirimu seperti pohon, walau keadaan apa pun, tetap lurus mengikuti cahaya kebenaran.”

***

Sahabat, Jadikan dirimu seperti pohon, walau keadaan apa pun, tetap lurus mengikuti cahaya kebenaran,” Siapapun Anda, bagaimanapun Anda, dan Dimanapun anda... tatap dan ikutilah cahaya lurus kebenaran... karena bila tidak anda akan tersesat dalam kegelapan. Dan Bila terperangkap dalam gelap, jangan mengutuki kegelapan, tapi nyalakan lah cayaha walaupun dengan Lilin...

Terimakasih telah membaca... Salam Motivasi...!

5 Hal Penting yang Harus Ada di CV


Kamu mahasiswa semester akhir? Sudah saatnya kamu mempersiapkan diri untuk dunia baru setelah lulus nanti, seperti mencari pekerjaan. Karena itu kamu perlu membuat curriculum vitae (CV) dan memasukkan segala kemampuan dan pengalaman yang kamu miliki selama ini.

Agar masa pencarian kerja tidak terlalu sulit, siapkan lima hal ini untuk mengisi CV-mu, seperti dikutip dari Her Campus, Senin (6/4/2015).

1. Magang
Sebagai mahasiswa, kadang mereka ingin menjauh dari kegiatan magang. Padahal pengalaman magang adalah hal yang perlu dan membuatmu meraih pengalaman dalam dunia profesional. Perusahaan juga akan lebih tertarik pada mereka yang memiliki pengalaman dalam kegiatan ini.

2. Pengalaman kerja lain
Magang bukan satu-satunya hal yang harus ada di CV. Pengalaman kerja lainnya seperti kerja paruh waktu juga dibutuhkan. Tidak peduli apa pekerjaan itu ada kaitannya dengan sekolah yang kamu jalani, namun itu akan sangat bernilai.

3. Kegiatan ekstrakurikuler
Apa kamu memiliki minat tertentu? Mungkin organisasi yang kamu jalani bisa menunjukkan dedikasi waktu yang telah kamu lakukan. Kamu juga bisa mempercantik CV dengan berbagai kegiatan ekstrakurikuler yang kamu jalani selama ini.

4. Prestasi kerja
Dengan kesempatan kerja atau magang yang kamu dapatkan sebelumnya, kamu akan bisa mendapatkan sebuah prestasi kerja. Masukkan berbagai prestasi kerja tersebut dalam CV-mu.

5. Kehadiran profesional online
Tidak bisa dimungkiri, internet dan media sosial adalah dasar dari semua yang kita lakukan. Karena itu, mahasiswa juga harus memiliki media sosial profesional seperti LinkedIn.

sumber : okezone.com

UN Online Hemat Waktu Tapi Bikin Grogi

Siswa mengikuti simulasi UN online sebagai persiapan ujian.
(sumber foto: Marieska/Okezone)
Ujian Nasional (UN) online memang menghemat waktu, tetapi dianggap membuat siswa grogi. Anggapan ini mencuat menjelang pelaksanaan UN tingkat SMA/sederajat pada 13 April.

Salah satu siswa SMAN 1 Depok, Tsabita mengatakan, keunggulan UN online jauh lebih efektif dari segi waktu. Namun, dia mengaku masih harus banyak latihan melaksanakan uji UN computer based test (CBT) tersebut agar tak kesulitan saat pelaksanaan.

"Memang lebih cepat dari segi waktu karena enggak harus pakai kertas. Tetapi bikin lebih grogi karena takut salah klik atau ada kesalahan teknis. Belum lagi kalau dapat waktu agak siang jadi lebih ngantuk karena lihat layar komputer dua jam," tutur Tsabita.

Siswa lainnya, Al Fauzan mengatakan, khusus saat ujian matematika, guru akan tetap memberikan kertas kosong bagi siswa untuk menghitung jawaban. Menurut Fauzan, ujian menggunakan komputer juga meminimalisasi contekan atau kebocoran soal.

"Mana bisa nengok sana-sini, tiap layar komputer siswa soalnya beda. Dan enaknya enggak buang waktu seperti pakai kertas," tuturnya.

Di Depok sendiri ada 16 sekolah yang akan melaksanakan UN CBT. Dari jumlah itu, enam sekolah berstatus negeri dan sisanya merupakan sekolah swasta.

"Ada juga yang tak lolos penilaian karena dianggap belum siap," kata Kepala Dinas Pendidikan Kota Depok Hery Pansila.

Hery mengklaim, Depok merupakan daerah dengan sekolah terbanyak yang paling siap menggelar UN CBT. Total, ada 585 sekolah se-Indonesia yang siap melaksanakan sistem UN online tersebut.

"Di Jawa Barat ada 54 sekolah yang siap. Dengan total 16 sekolah, maka Depok menjadi daerah dengan sekolah terbanyak yang siap menggelar UN CBT, atau tertinggi se-Jawa Barat," ungkapnya.

sumber : okezone.com

UN Berbasis Komputer Cegah Kecurangan

UN online menjaga integritas dan mencegah kecurangan.
(Sumber Foto: dok. Okezone)
Ujian Nasional (UN) berbasis komputer atau Computer Based Testing (CBT) dapat mencegah terjadinya kecurangan. Pelaksanaan UN CBT ini dijadwalkan bersamaan dengan UN manual.

Menurut Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan, soal yang diujikan berbeda untuk setiap peserta sehingga kecurangan dapat dicegah.

"Peserta UN tidak mungkin nyontek karena waktunya bergantian dan soalnya berbeda-beda," ujar Anies saat rapat kerja dengan Komisi X DPR di Jakarta, Senin (6/4/2015).

Tahun ini adalah percontohan UN berbasis komputer. Ada 720 sekolah yang mengajukan diri dan setelah diseleksi hanya 585 sekolah yang ikut serta dalam UN online tersebut.

Anies menjelaskan pihaknya tak ingin gegabah dalam melaksanakan UN berbasis komputer. Kriteria sekolah yang ikut serta dalam UN online adalah mempunyai perlengkapan komputer dengan rasio satu komputer untuk tiga peserta UN.

"Jadi sekolah yang ikut adalah sekolah mempunyai sarana-prasarana yang lengkap," tutur Anies.

Berbeda dengan tahun sebelumnya, UN tidak lagi menjadi penentu kelulusan dan dijadikan sebagai pemetaan serta pertimbangan masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN). Kelulusan sepenuhnya ditentukan oleh satuan pendidikan. UN untuk tingkat SMA/SMK akan dilangsungkan pada 13 April hingga 15 April.

sumber : okezone.com

10 Kesalahan yang Harus Dihindari di Usia 20 Tahun


Menjalani masa remaja sambil belajar menjadi pribadi dewasa itu enggak mudah. Terutama karena semua keputusan yang kita ambil di usia 20-an tahun ini dapat memengaruhi masa depan. Salah sedikit, bisa jadi kita menghadapi madesu alias masa depan suram.

Nah, supaya enggak menghadapi hak tersebut, simak daftar 10 kesalahan yang harus dihindari di usia 20 tahun seperti dilansir laman Wonderslist, Senin (6/4/2015), ini.

1. Bergaul yang buang-buang waktu dan tidak menambahkan nilai hidup
Jangan bergaul dengan mereka yang menjatuhkanmu. Kelilingi dirimu dengan orang-orang yang memotivasi untuk menemukan solusi saat ada masalah serta ingin melihatmu sukses dalam semua hal.

2. Pacaran tanpa restu orangtua
Setiap orangtua perlu untuk mengontrol anaknya saat pacaran. Orangtua merasa perlu untuk melindungi anaknya dari pergaulan bebas.

3. Berhenti belajar
Jika berhenti belajar, maka prestasimu di masa depan juga akan suram.

4. Mengikuti kerumunan
Jika selalu mengikuti tren, maka kamu akan tersesat dalam kerumunan. Kamu akan sukses jika mampu membuat tren sendiri dan berbeda dari orang sekeliling.

5. Mempertahankan pekerjaan yang tidak mengajarimu apa-apa
Jangan nyaman dengan suatu pekerjaan hanya karena itulah satu-satunya hal yang kamu ketahui. Pacu dirimu untuk belajar hal baru dari pekerjaan yang kamu jalani.

6. Tidak memerhatikan keluarga
Keluargalah yang memperhatikan dan mendukungmu hingga mencapai kesuksesan. Karena itulah, keluarga hendaknya selalu jadi prioritas, apa pun yang terjadi.

7. Membuat semua keinginan menjadi kebutuhan
Membeli barang-barang mahal yang tidak ada di daftar kebutuhan, sama saja halnya dengan mementingkan keinginan daripada kebutuhanmu sehari-hari. Susun prioritasmu dengan bijaksana.

8. Tidak fokus
Jika tidak fokus bekerja, maka kamu akan mengalami kesulitan. Kamu harus bersedia berkorban dan bekerja keras untuk mencapai kesuksesan.

9. Terlalu cepat jatuh cinta
Jangan terpengaruh teman-teman yang sibuk pacaran. Santai saja meski menjomblo. Sebab, usia 20-an tahun adalah masa paling tepat bagimu untuk pertumbuhan pribadimu.

10. Bekerja untuk uang, bukan untuk kebahagiaan
Meski kita butuh uang untuk hidup, menjadikannya tujuan utama juga tidak bijak. Sebaiknya, jalanilah pekerjaan yang membuatmu bahagia.

Alasan Mengambil Teknik Sipil


Kenapa kalian ambil jurusan Teknik Sipil? Padahal banyak yang bilang kalau jurusan ini tergolong seram menakutkan, padahal disisi lain ada banyak kejuruan lain yang bisa dibilang lebih mudah. Contoh jurusan yang sedikit hitunganya yaitu sarjana hukum tapi harus banyak menghafal undang-undang yang justru menjadi hal menyebalkan bagi mahasiswa teknik. ya.. tentunya banyak kisah perjalanan hidup yang bisa menyebabkan menempuh jurusan teknik sipil, oleh karena itu mari kita berbagai cerita disini. sebagai permulaan kita tuliskan macam-macam sisi seram dan alasan yang seringkali menjadi penyebab kuliah pada jurusan ini.

Sisi seram jurusan Teknik Sipil
  1. Banyak pelajaran hitung-hitunganya, padahal yang namanya jurusan matematika itu seringkali menjadi momok menakutkan bagi para siswa SD, SMP maupun SMA.
  2. Selain berhitung juga ada pelajaran gambar bangunan, jadi daya imajinasi juga harus kuat agar bisa membayangkan sebuah bangunan dalam bentuk gambar.
  3. Banyak kontraktor yang mengelola proyek skala nasional, jadi jika ingin terlibat didalamnya maka harus siap ditempatkan di seluruh wilayah Indonesia.
  4. Yang kuliah teknik sipil itu kebanyakan pria, jadi bagi wanita yang mengambil jurusan ini maka siap-siap saja menjadi selebriti di kampus :-)
Beberapa alasan mengambil jurusan Teknik sipil
  1. Maksud hati ingin menjadi pegawai negeri sipil jadi ikut kuliah teknik sipil, padahal keduanya mengandung kata sama tapi artinya sungguh jauh berbeda, jadi siap-siap saja salah jurusan, he.. he.. kecuali ingin bekerja di kontraktor BUMN, PNS di departemen pekerjaan umum PU, atau di beberapa kementrian bagian pengelolaan gedung.
  2. Menyelidiki seseorang yang telah sukses ternyata dulunya kuliah Teknik sipil, jadi ada kemauan untuk mengikuti jejaknya barangkali bisa ikut menuai kesuksesan.
  3. Demi gadis pujaan atau kebalikanya, barangkali mahar yang diminta adalah ijazah ST jadi mati-matian berjuang agar bisa meraih gelar tersebut.
  4. Ada juga yang secara tidak sengaja bekerja pada bidang bangunan, sehingga kuliah teknik sipil untuk memperdalam ilmu bangunan atau disekolahkan oleh perusahaan pada jurusan tersebut.
Mungkin itulah macam-macam alasan yang bisa menjadi latar belakang terjun ke dunia teknik sipil, lalu apa alasan saudara/saudari? silahkan berbagi cerita disini! yah.. apapun alasanya, semoga menjadi jalan terbaik dalam menjalani kehidupan kedepan, yang terpenting adalah bagaimana menebar manfaat sebanyak mungkin dengan bekal ilmu yang sudah didapat sehingga bisa berguna bagi diri sendiri,keluarga,masyarakat, negara dan dunia secara keseluruhan. semoga lekas tercapai apa yang menjadi harapan.

sumber : http://www.ilmusipil.com/kenapa-kalian-ambil-jurusan-teknik-sipil

Program Kreativitas Mahasiswa (PKM)


Didasari kesadaran penuh atas adanya kesenjangan antara teori yang diperoleh mahasiswa dengan realita kebutuhan masyarakat dan munculnya tuntutan masyarakat atas mutu lulusan perguruan tinggi yang mandiri dan siap mengantisipasi arah pengembangan bangsa, pada tahun 1997 Direktorat Penenlitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, DITLITABMAS merealisasikan Program Pengembangan Budaya Kewirausahaan di Perguruan Tinggi (PBKPT). Salah satu komponen program kunci di dalamnya adalah Program Karya Alternatif Mahasiswa (KAM). Program ini hanya dapat diakses dan dilaksanakan mahasiswa sedangkan program lainnya seperti Kuliah Kewirausahaan (KWU), Kuliah Kerja Usaha (KKU), Magang Kewirausahaan (MKU), Konsultasi Bisnis dan Penempatan Kerja (KBPK) dan Inkubator Wirausaha Baru (INWUB), proposal diajukan kelompok dosen namun wajib menyertakan mahasiswa sebagai pelaku lapangan. KAM merupakan wahana kreasi bagi mahasiswa dalam menciptakan produk (barang atau jasa) yang akan menjadi komoditas usahanya kelak. Sedangkan pematangan sebagai entrepreneur dilakukan pada program INWUB. Dengan demikian, PBKPT merupakan satu kesatuan program pendorong Perguruan Tinggi (PT) dalam menghasilkan enter- ataupun teknopreneur dari kampus.

Dalam perkembangannya, KAM terasa sangat membatasi ruang kreasi mahasiswa yang memiliki minat, bakat dan intelektual beragam. Pada tahun 2001, DITLITABMAS kemudian mengembangkan KAM menjadi Program Kreativitas Mahasiswa yang membuka peluang mahasiswa dalam berkarya seluas para dosennya. Sejak saat itu dikenal berbagai jenis Program Kreativitas Mahasiswa (PKM), yaitu: PKM-Penelitian (PKMP), PKM-Penerapan Teknologi (PKM-T), PKM-Kewirausahaan (PKM-K), PKM-Pengabdian kepada Masyarakat (PKM-M) dan PKM-Penulisan Artikel Ilmiah (PKM-I). Pada tahun 2002, PKM bergabung dengan Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) dan Lomba Karya Tulis Mahasiswa (LKTM) ke dalam program Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) di Surabaya.Atas kebijakan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, sejak tahun 2009 pelaksanaan Kompetisi Karya Tulis Mahasiswa (KKTM) yang dahulunya bernama LKTM diintegrasikan pengelolaannya ke dalam PKM. Mengingat sifatnya yang identik dengan PKM-I, maka program KKTM dikelompokkan bersama PKM-I ke dalam PKM-Karya Tulis (PKM- KT). Untuk membedakannya, PKM-I diberi nama baru PKM-Artikel Ilmiah (PKM-AI) dan KKTM menjadi PKM-Gagasan Tertulis (PKM-GT) sesuai dengan sumber bahan penulisannya. Sesuai dengan sifat artikel yang dihasilkan, maka PKM-AI akan bermuara pada Jurnal Kreativitas Mahasiswa sedangkan PKM-GT menggantikan posisi PKM-AI di PIMNAS.

Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNas)


Didasari kesadaran penuh atas adanya kesenjangan antara teori yang diperoleh mahasiswa dengan realita kebutuhan masyarakat dan munculnya tuntutan masyarakat atas mutu lulusan perguruan tinggi yang mandiri dan siap mengantisipasi arah pengembangan bangsa, pada tahun 1997 Direktorat Penenlitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, DITLITABMAS merealisasikan Program Pengembangan Budaya Kewirausahaan di Perguruan Tinggi (PBKPT). Salah satu komponen program kunci di dalamnya adalah Program Karya Alternatif Mahasiswa (KAM). Program ini hanya dapat diakses dan dilaksanakan mahasiswa sedangkan program lainnya seperti Kuliah Kewirausahaan (KWU), Kuliah Kerja Usaha (KKU), Magang Kewirausahaan (MKU), Konsultasi Bisnis dan Penempatan Kerja (KBPK) dan Inkubator Wirausaha Baru (INWUB), proposal diajukan kelompok dosen namun wajib menyertakan mahasiswa sebagai pelaku lapangan. KAM merupakan wahana kreasi bagi mahasiswa dalam menciptakan produk (barang atau jasa) yang akan menjadi komoditas usahanya kelak. Sedangkan pematangan sebagai entrepreneur dilakukan pada program INWUB. Dengan demikian, PBKPT merupakan satu kesatuan program pendorong Perguruan Tinggi (PT) dalam menghasilkan enter- ataupun teknopreneur dari kampus.

Dalam perkembangannya, KAM terasa sangat membatasi ruang kreasi mahasiswa yang memiliki minat, bakat dan intelektual beragam. Pada tahun 2001, DITLITABMAS kemudian mengembangkan KAM menjadi Program Kreativitas Mahasiswa yang membuka peluang mahasiswa dalam berkarya seluas para dosennya. Sejak saat itu dikenal berbagai jenis Program Kreativitas Mahasiswa (PKM), yaitu: PKM-Penelitian (PKMP), PKM-Penerapan Teknologi (PKM-T), PKM-Kewirausahaan (PKM-K), PKM-Pengabdian kepada Masyarakat (PKM-M) dan PKM-Penulisan Artikel Ilmiah (PKM-I). Pada tahun 2002, PKM bergabung dengan Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) dan Lomba Karya Tulis Mahasiswa (LKTM) ke dalam program Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) di Surabaya.Atas kebijakan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, sejak tahun 2009 pelaksanaan Kompetisi Karya Tulis Mahasiswa (KKTM) yang dahulunya bernama LKTM diintegrasikan pengelolaannya ke dalam PKM. Mengingat sifatnya yang identik dengan PKM-I, maka program KKTM dikelompokkan bersama PKM-I ke dalam PKM-Karya Tulis (PKM- KT). Untuk membedakannya, PKM-I diberi nama baru PKM-Artikel Ilmiah (PKM-AI) dan KKTM menjadi PKM-Gagasan Tertulis (PKM-GT) sesuai dengan sumber bahan penulisannya. Sesuai dengan sifat artikel yang dihasilkan, maka PKM-AI akan bermuara pada Jurnal Kreativitas Mahasiswa sedangkan PKM-GT menggantikan posisi PKM-AI di PIMNAS.

Unit Kerohanian Gelar Diskusi Publik

Event Bedah Film "Radikalisme ISIS"
Unit Kerohanian Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Teknik Universitas Wijayakusuma Purwokerto merupakan salah satu organisasi yang memiliki sebuah gerakan untuk mengarahkan masing-masing pribadi dari mahasiswa agar bisa membumi dengan masyarakat kampus maupun masyarakat pada umumnya. Bisa saling berbagi dalam kebersamaan, dengan dasar pemikiran itulah UKM Kerohanian Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Teknik Universitas Wijayakusuma (UNWIKU) Purwokerto mengadakan Agenda Diskusi Publik.

Acara yang diselenggarakan pada tanggal 15 November 2014 tersebut juga didukung oleh beberapa organisasi kemahasiswaan dari beberapa perguruan tinggi, diantaranya: IMM, GMNI, PMII, dan PMKRI.

Bertempat di Gedung Fakultas Teknik, tema yang diangkat dari agenda diskusi publik tersebut adalah tentang radikalisme berbalut agama.

Seminar Kewirausahaan

seminar tentang kewirausahaan dengan tema 
“Kita Sukses menjadi Pengusaha”
Dalam rangka mewujudkan visi misi fakultas dan program studi yang memberikan penekanan pada aspek kewirausahaan, maka pada tanggal 14 Juni 2014, Fakultas Teknik menyelenggarakan seminar tentang kewirausahaan dengan tema “Kita Sukses menjadi Pengusaha”. Pembicara yang hadir pada kesempatan tersebut adalah Ibu. Muniah Utari., SE, pengusaha sukses dari Banyumas, pemilik perusahaan ”Universal”.

Peserta yang hadir pada kegiatan seminar tersebut adalah mahasiswa dari 5 Fakultas di Universitas Wijayakusuma Purwokerto.

Harapannya, mahasiswa bisa mendapat gambaran yang lebih luas tentang peluang berwirausaha, setelah lulus nantinya.
⬆
Top